Minggu, 18 November 2012

makalah sejarah pendidikan islam

Diposting oleh Unknown di 02.22

BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar  Belakang
Sejarah merupakan  rangkaian peristiwa yang  dapat dipahami dengan  cara tertentu. Oleh  karena itu pengertian sejarah  terkait dengan masa silam pengalaman manusia dalam  berbagai segi kehidupan, seperti ekonomi, sosial, politik,  dan pendidikan  yanag  merefleksi pada kehidupan masa kini. Dengan  demikian , sejarah selain memusatkan  pada masa silam pengalaman manusia, juga pada masa kini  pengalaman manusia. Dengan  perkataan lain, sejarah mencoba  memahami  perkembangan  pengalaman manusia dari dulu  sampai sekarang.
B.     Rumusan Masalah
1.      Sejarah Islam di Sumatera
2.      Sejarah Islam di Jawa
3.      Sejarah Islam di Maluku
4.      Sejarah Islam di Kalimantan
5.      Sejarah Islam di Sulawesi
6.      Sejarah Islam di Nusa Tenggara

BAB II
PEMBAHASAN
A.    Sejarah Islam di Sumatera
1.      Sejarah Islam di Aceh
Berdasarkan seminar sejarah masuk dan berkembangnya Islam di Aceh yang berlangsung di Banda Aceh pada tahun 1978, dinyatakan bahwa kerajaan Islam pertama adalah Perlak, Lamuri, dan Pasai. Masa Kerajaan Islam merupakan salah satu dari periodesisasi perjalanan sejarah Pendidikan Islam di Indonesia. Hal ini karena lahirnya  kerajaan Islam yang disertai berbagai kebijakan dari penguasanya saat itu sanagat mewarnai sejarah Islam di Indonesia. Terlebih-lebih, Agama Islam juga pernah dijadikan sebagai Agama resmi Negara/ Kerajaan pada saat itu.
Adapun Kerajaan-kerajaan Islam yang ada di Aceh antara lain sebagai berikut :
a)      Kerajaan Samudera Pasai
Kerajaan ini berdiri pada abad ke-10  m/3 H. Raja pertamanya adalah Al-Malik Ibrahim bin Mahdum yang kedua bernama Al-Malik al- shaleh, dan yang terakhir kerajaan Islam pertama di Indonesia ( daerah Aceh). Namun ada juga yang menyatakan bahwa kerajaan Islam pertama di Indonesia adalah kerajaan Perlak, tetapi tidak banyak ditemukan bukti-bukti kuat yang mendukung fakta sejarah ini.

b)      Kerajaan Perlak
Kerajaan Perlak merupakan salah satu kerajaan Islam tertua di Indonesia. Bahkan, ada yang menyatakan lebih dahulu dari kerajaan Samuderta Pasai. Namun, sebagaimana dikemukakan terdahulu, tidak banyak bahan pustaka yang menguatkan pendapat tersebut. Sultan Mahdun Alaudin Muhammad Amin yang memerintah antara tahun 1243-1267 M tercatat sebagai Sultan keenam. Ia terkenal  sebagai sultan yang arif bijakasana dan alim, sekaligus seorang ulama.
Di Perlak pun terdapat suatu lembaga pendidikan lainya berupa majelis taklim tinggi, yang dihadiri khusus para murid yang alim dan mendalam ilmunya.

c)      Kerajaan Aceh Darussalam (1511-1874)
Kerajaan Aceh Darussalam yang diproklamasikan pada tanggal 12 Zulkaeda 916 H 91511 M menyatakan perang terhadap buta huruf dan buta ilmu. Hal ini merupakan tempaan sejak berabad-abad yang lalu, yang berlandaskan pendidikan Islam dan Ilmu pengetahuan. Proklamasi kerajaan Aceh Darussalam tersebut merupakan hasil peleburan kerajaan islam  Aceh di belahan barat dan kerajaan Islam samudera pasai di belahan timur. Putra Sultan Abiddin Syamsu Syah diangkat menjadi Raja dengan gelar Sultan Alauddin Ali Mughayat Syah  (1507 – 1522) pada abad ke-15, diberitakan oleh Cong Ho, Marco Polo, dan Ibnu Batutah bahwa di Aceh telah berdiri kerajaan Lamuri yang tunduk kepada Pidie.
Pada mulanya pusat pemerintahan terletak di satu tempat  yang dinamakan kampung ramni dan dipindahkan ke Darul kamal oleh Sultan Alaudin Inayat Johan syah ( 1408- 1465 M).Sultan Ali Mughayat syah adalah pembebas Aceh dari kekuasaan pidie. Dia dapat mengalahkan Sultan pidie ( Sultan Ahmad syah). Kekuasaan kerajaan ini sampai ke kerajaan pasai. Masa kemasan kerajaan ini terjadi pada masa Sultan Iskandar Muda ( 1607- 1636 M ).

d)     Kerajaan Siak
Sultan pertamanya adalah Abdul Jalil Rachmad syah yang memerintah sebagai Sultan  Siak l ( 1723- 1746 M). pada masa kerajaan Siak ll di bawah kekuasaan  Sultan Muhammad Abdul Jalil Muzafar syah (1746- 1765 M) adalah zaman panji-panji Islam berkibar di siak. Islam diperkirakan masuk ke siak pada abad ke- 12 M. Peranan kerajaan siak  dalam memperlambat proses imperialism barat sangat dominan. Begitu pula dalam hal pendidikan di siak telah berdiri Madrasah –madrasah  serta Sekolah-sekolah umum.
Demikianlah diantara kerajaan-kerajaan yang berada di sumatera yang berasaskan islam, perlu ditekankan  bahwa semua kerajaan tersebut telah mendukung penyiaran pendidikan islam, baik di sumatera atau pun  di luar daerah  sumatera.

2.      Sejarah Pendidikan Islam di Sumatera
a)         Pendidikan Islam di Minangkabau
Menurut sebagian ahli sejarah , Islam masuk ke minangkabau kira-kira tahun 1250 M, ulama yang termasyhur sampai sekarang sebagai  pembawa islam ke minangkabau  adalah Syekh Burhanudin yang dilahirkan sintuk pariaman tahun 1066 H / 1646 M dan wafat  tahun 111 H / 1691 M. dia tempat pendidikan  dan  pengajaran agama islam . Agama Islam masuk ke minangkabau melalui dua arah, yaitu :
i.        Dari malaka, melalui sungai siak dan sungai Kampar alu ke pusat minangkabau
ii.      Dari Aceh, melalui pesisir barat

b)         Pendidikan Islam di Jambi
Jambi adalah salah satu  daerah yang berpegang teguh pada ajaran  islam hal ini ‘hal ini dbuktika dengan bnyaknya pesantren/ madrsaah di jambi, seperti berikut :
1.      Pesantren / Madrasah Nurul Iman di Jambi
Pesantren ini didirikan pada tahun 1332H oleh H.Abdul Samad. Pada mulanya system yang digunakan  sama seperti Pesantren- Pesantren lainya, yaitu system Halaqoh
2.      Madrasah Sa’adatul Dara’in
Madrasah ini didirikan oleh H.ahmad syakur sistemnya sama dengan madrasah nurul iman. Murid-muridnya ± 300. Orang-orang dengan gurunya 20 orang di tahun 1957.
3.      Madrasah jauharain
Madrasah ini  didirikan pada tahun 1340 H oleh H.Abdul madjid
4.      Madrasah As’ad
Madrasah ini  didirikan oleh K.Abdul kadir pada tahun 1952 H



c)         Pendidikan Islam di Aceh
Sejak masuknya islam ke aceh sekitar tahun 1290 M. fase pendidikan islam lahir dan tumbuh dengan suburnya terutama dengan berdirinya kerajaan islam di pasai pesantren-pesantren pun dibangun dengan bantuan pihak pemerintah islam pada waktu itu. Syeikh abdul rouf adalah ulama yang menerjemahkan alqur’an ke dalam bahasa melayu. Tafsir alqur’an itu bernama Tarjamanul Mustafid Bil Jawi.

d)        Pendidikan Islam di Sumatra Utara
Pendidikan islam di sumatra utara ditandai oleh tumbuhnya berbagai pesantren-pesantren dan madrasah yang cukup qualified dakam mencetak kader penerus cita-cita bangsa dan agama. Diantara pesantren yang terkenal adalah esantren syekh hasan ma’sum di medan (1916M), Pesantern syekh abdul wahab sungai lumut, panai labuhan bilik (labuhan batu), pesantren abdul hamid tanjung balai, asahan dan pesantren syeikh sulaiman ad-tambusy (kualoh). Adapun madrasah yang terkenal adalah madrasah masrurah (1331H/1912M)

B.        Sejarah Perkembangan Islam dengan berdirinya madrasah

Aliran-aliran yang timbul akibat dari perkembangan tersebut saling berebutan pengaruh di kalangan umat islam,dan berusaha mengembangkan aliran dan mazhabnya masing-masing maka terbentuklah madrasah-madrasah dalam pengertian kelompok pikiran,mazhab atau aliran.itulah sebabnya sebagian besar madrasah di dirikan pada masa itu di hubungkan dengan nama-nama mazhab yang mashur pada masanya ,misalnya madrasah syafi’iyah,hanafiyah,malikiyah atau hambaliyah.

Berdasarkan dengan keterangan di atas ,jelaslah bahwa penggunaan istilah madrasah,sebagai lembaga pendidikan islam maupun sebagai aliran atau mazhab bukanlah sejak awal perkembangan islam,tetapi muncul setelah islam berkembang luas dan telah menerima pengaruh dari luar sehingga terjadilah perkem,bangan berbagai macam bidang ilmu pengetahuan dengan berbagai  macam aliran dan mazhabnya.
Pada awal perkembangan islam,terdapat dua jenis lembaga pendidikan dan pengajaran,yaitu kitab yang mengajarkan cara menulis dan membaca al-quran,serta dasar-dasar pokok ajaran islam kepada anak-anak yang merupakan pendidikan tingkat dasar.sedangkan mesjid dijadikan sebagai tingkat pendidikan lanjutan.pada masa itu yang hanya di ikuti oleh orang-orang dewasa dari mesjid-mesjid ini,lahirlah ulama-ulama besar yang ahli dalam bebagai ilmu pengetahuan islam,dan dari sini pula lah timbulnya aliran-aliran atau mazhab-mazhab dalam bebagai ilmu pengetahuan ,yang waktu itu dikenal dengan istilah madrasah.
Kegiatan para ulama dalam mengembangkan ajaran islam di tengah-tengah masyarakat islam maju dengan pesatnya,bahkan dari satu periode ke periode berikutnya semakin meningkat.
Untuk menampung kegiatan khalaqah yang semakin banyak,sejalan dengan meningkatnya jumlah pelajaran dan bidang ilmu pengetahuan yang di ajarkan,maka di bangunlah ruangan-ruangan khusus untuk kegiatan khalaqah atau pengajian tersebut di sekitar mesjid.  Disamping di bangun pula asrama khusus untuk guru dan pelajar,sebagai tempat tinggal dan tempat kegiatan belajar mengajar setiap hari secara teratur,yang dijadikan sebagai agama resmi Negara /kerajaan pada saat itu.

C.       Kontribusi Madrasah terhadap Indonesia yang berkaitan dengan berkembangnya islam

Sementara itu,madrasah boleh dikatakan sebagai fenomena baru dari lembaga pendidikan islam yang ada di Indonesia,yang kehadirannya sekitar permulaan abad ke-20 namun dalam penyelenggaraan pendidikan dan pengajaran nya masigh belum punya keseragaman antara daerah yang satu dengan daerah yang lain,terutama sekali menyangkut kurikulum dan rencana pelajaran.usaha kearah penyatuan dan penyeragaman system tersebut.,baru di rintis sekitar tahun 1950 setelah Indonesia merdeka.dan pada perkembangan nya madrasah terbagi kedalam jenjang-jenjang pendidikan,madrasah ibtidaiyah ,madrasah tsanawiyah dan madrasah aliyah.salah satu pilar pendidikan nasional adalah perluasan dan pemerataan akses pendidikan,upaya perluasan dan pemerataan akses pendidikan yang di tujukan dalam upaya perluasan daya tampung satuan pendidikan dengan mengacu pada  skala prioritas nasional yang memberikan kesempatan yang sama bagi seluruh peserta didik dari berbagai golongan masyarakat yang beraneka ragam baik secara sosial, ekonomi, gender, geografis, maupun tingkat kemampuan intelektual dan kondisi fisik. Perluasan dan pemerataan akses memberikan kesempatan yang seluas-luasnya bagi penduduk Indonesia yang dapat belajar sepanjang hayat dalam rangka penigkatan daya saing bangsa di era globalisasi.
Pendirian madrasah oleh para pemuka muslim di berbagai pelosok negeri memainkan peranan yang sangat penting dalam membuka akses bagi masyarakat miskin dan terpencil untuk memperoleh layanan pendidikan. Komitmen moral ini dalam kenyataan tidak pernah surut sehingga secara kelembagaan madrasah terus mengalami perkembangan yang sangat pesat hingga sekarang. Berdasarkan statistic pendidikan islam tahun 2007, lalu pertumbuhan madrsah dalam lima tahun terakhir mencapai rata-rata kisaran 3% pertahun dan lebih dari 50% madrasah berada di luar jawa yang terdistribusi di daerah pedesaan. Sumbangan ,madrasah dalam kontek perluasan akses dan pemerataan pendidikan tergambar secara jelas dalam jumlah penduduk usia sekolah yang menjadi peserta didik madrasah. Pada tahun 2007, jumlah seluruh peserta madrasah pada semua jenjang pendidikan sebesar 6.075210 peserta didik. Adapun angka partisipasi kasar (APK) madrasah terhadap jumlah penduduk usia sekolah pada masing-masing tingkatan adalah 10,8%MI , 16,4%MTS, dan 6,0%MA. Kontribusi APK tersebut tersebar berasal dari madrasah swasta pada masing-masing tingkatan.
Sumbangan lain dari madrasah dalam pembangunan pendidikan nasional adalah dalam penuntasan wajib belajar pendidikan dasar (wajar dikdas ) 9 tahun.perogram wajib belajar pendidikan dasar 9 tahun pada pendidikan madrasah di kembangkan melalui madrasah ibtidaiyah (MI) dan madrasah tsanawiyah (MTS). Jumlah MI sebanyak 22.610 buah dengan 3.050.555 peserta didik jumlah MTS sebanyak 12.498 buah dengan 2.531.656 peserta didik.jumlah peserta didik  dalam program wajib belajar pendidikan 9 tahun terdiri dari 47,2 % peserta didik MI dan 31,8 peserta didik MTS  sisanya 21,0% peserta didik/santri pondok pesantren salafiyah.
Kontribusi madrasah terhadap penuntasan wajib belajar pendidikan dasar 9 tahun cukup lumayan besar mencapai 17% meskipun belum tercapai ,namun di harapkan sampai tahun 2009 dapat di tuntaskan.kriteria tuntas  adalah angka partisipasi kasar (APK) mengikuti pendidikan SMP atau madrasah tsanawiyah mencapai 95% sampai tahun 2008 baru mencapai sekitar 92.3% angka sisanya yaitu sekitar 2.7% di harapkan pada tahun 2009 dapat dicapai angaka partisipasi kasar pendidikan dasar 9 tahun hingga 95% artinya wajib belajar pendidikan dasar pendidikan dasar 9 tahun itu dianggap tuntas,meskipun 95% masih ada sisanya 5% angka 5% dari 50 juta anak usia sekolah bisa di katakan  tercecer,tetapi bisa di anggap selsai.

BAB III
PENUTUP
KESIMPULAN
Perjalanan sejarah pendidikan islam di Indonesia hal ini karena lahirnya kerajaan  islam di Indonesia yang sangat mewarnai sejarah peislam di Indonesia terlebih-lebih agama islam di Indonesia pendidikan dan pengajaran islam bertambah maju dan penyebaran islam keseluruh pulau jawa maju pesat krena adanya bantuan pemerintahan dan pembesar-besar islam membelanya.
SARAN
Agar mengetahui sejarah pendidikan islam di Indonesia kita harus mempelajari sejarah-sejarahnya dengan kita mempelajarinya kita akan mengetahui informasi tentang pertumbuhan dan perkembangan pendidikan islam di Indonesia baik formal,informal  maupun nonformal.


DAFTAR PUSTAKA
Rukiati K Enung dan Hikmawati fenti 2006 sejarah pendidikan islam di Indonesia bandung:cv pustaka setia.
Yunus Mahmud 1993 sejarah pendidikan islam di Indonesia,Jakarta.




















0 komentar:

Posting Komentar

 

menghapus butiran kecil air mata Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea